Cara Menyimpan Asi di Kulkas Agar Tidak Basi 2022

Cara menyimpan ASI di kulkas menjadi pilihan terbaik agar asupan gizi anak tetap terpenuhi, seiring semakin banyaknya ibu menyusui yang beraktivitas diluar rumah. Itulah salah satu alasan penting untuk mengetahui bagaimana metode penyimpanan ASI dengan benar.

Seperti yang kita ketahui, pada zaman modern ini kebutuhan ekonomi keluarga umumnya tidak bisa ditangani hanya dengan kepala keluarga saja. Banyak ibu rumah tangga yang memiliki balita tetap bekerja baik dalam sektor formal maupun informal.

Sehingga, memerah ASI merupakan solusi paling tepat agar kebutuhan nutrisi maupun antibodi si kecil selalu terjaga dengan baik. Kulkas merupakan media yang berguna dalam mempertahankan keawetan air susu ibu (ASI) tersebut sehingga tidak cepat basi.

Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan cara menyimpan ASI di kulkas sesuai ketentuan dari ahli gizi supaya terhindar dari hal buruk. Kami telah merangkum dari berbagai referensi mengenai panduan untuk mengelola air susu ibu dengan baik dan benar.

Ketentuan Penyimpanan ASI

Ketentuan Menyimpan ASI

Pengetahuan mengenai ketentuan penyimpanan ASI menjadi langkah awal dalam mencegah timbulnya penyakit. Bila perlu, kamu dapat melakukan konsultasi dengan dokter yang lebih kompeten.

1. Media Penyimpanan

Terdapat dua pilihan untuk menyimpan ASI perah yaitu botol kaca dan plastik dengan label bebas dari bahan berbahaya. Misalnya saat bunda memutuskan memakai jenis plastik, hindari wadah yang memiliki kandungan bisphenol A (BPA).

Bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi endokrin bagi bayi, tanda akan terlihat berupa simbol angka tujuh pada plastik. Sedangkan, wadah berjenis kaca relatif lebih aman tetapi usahakan botolnya tidak terlalu tipis mengingat tempat penyimpanan berefek pada kualitas ASI.

2. Kebersihan Kemasan

Perhatikan kebersihan botol bayi atau kemasan penampungan ASI perah dengan melakukan sterilisasi terlebih dahulu. Rebus dalam air mendidih sekitar 5 sampai 10 menit, bunda juga bisa memakai alat elektrik yang lebih simpel dan praktis.

Khusus wadah plastik, perhatikan keamanan dan ketahanan kemasan dengan melihat label yang tertera. Selain itu, selalu berhati – hati saat melakukan sterilisasi pada botol kaca karena bahan ini lebih beresiko pecah. Pastikan pula untuk menjaga kebersihan tangan yang seringkali terlupakan.

3. Lama Penyimpanan

Ketahanan ASI berbeda – beda karena sangat dipengaruhi oleh cara penyimpanan yang dilakukan oleh bunda. Berikut panduan untuk menentukan masa kadaluwarsa air susu ibu:

  • Pada suhu kamar dengan temperatur tidak lebih dari 25 derajat celcius, maka ASI dapat bertahan selama 4 jam dan dalam beberapa kasus mungkin bisa sampai 6 jam.
  • Bila disimpan pada kotak pendingin dengan es batu, ASi bisa bertahan sampai 24 jam.
  • ASI dapat bertahan sampai 5 hari apabila disimpan pada kulkas dengan suhu 4 derajat celcius.
  • Daya tahan ASI bisa mencapai 2 minggu saat bunda menyimpan pada freezer untuk kulkas satu pintu.
  • Ketahanan ASI mampu mencapai 3 bulan apabila tersimpan pada freezer untuk kulkas dua pintu.
  • ASI juga mampu bertahan hingga 6 bulan lamanya saat tersimpan pada freezer khusus dengan suhu minus 18 derajat celcius atau lebih dingin.

Cara Menyimpan ASI di Kulkas

Cara Menyimpan ASI

Kulkas merupakan sebuah peralatan elektronik yang bermanfaat untuk mengawetkan berbagai bahan makanan maupun minuman, termasuk ASI. Metode penyimpanan pada lemasi es ini memang mampu memperpanjang masa kadaluwarsa hingga berbulan – bulan.

Berikut ini cara menyimpan ASI di kulkas yang benar:

  • Siapkan wadah penyimpanan yang berjenis kaca maupun plastik dan pastikan bebas dari bahan berbahaya.
  • Lakukan sterilisasi terlebih dahulu pada wadah yang akan dijadikan tempat penyimpanan tersebut.
  • Taruh ASI ke dalam wadah sambil memastikan semuanya bersih untuk menghindari pertumbuhan bakteri.
  • Beri tanggal dan jam pada setiap wadah sebagai pengingat masa kadaluwarsa.
  • Simpan ASI di bagian belakang kulkas yang menjadi area paling dingin sambil memastikan suhu berada di angka 4 derajat celcius.

Hindari mengisi ASI ke dalam wadah sampai penuh, sebaiknya hanya tiga perempat saja dari maksimal kapasitas yang ada. Mungkin ada satu kondisi dimana bunda perlu membekukan ASI sehingga bisa menggunakan kantong plastik khusus dan jangan memakai bahan kaca.

Masukan ASI ke dalam freezer pada bagian terdalam lemari es, segera setelah bunda melakukan pemerahan. Pastikan pula untuk mengatur suhu kulkas sekitar 1 derajat celcius agar lebih baik.

Perlu bunda ketahui bahwa mendinginkan ASI lebih baik daripada membekukannya, karena air susu ibu yang beku akan kehilangan sebagian nutrisi yang berfungsi untuk melawan infeksi. Disisi lain, pemberian asupan gizi alami tetap menjadi pilihan tepat dibandingkan berjenis formula.

Cara Mencairkan ASI

Cara Mencairkan ASI

Sebagian bayi mempunyai kecenderungan minum ASI dingin dari kulkas, namun ada pula yang senang susu hangat. Bunda bisa mengatur pola pemberian sesuai dengan kebiasaan si kecil dengan tetap memperhatikan aturan kesehatan secara umum.

Sementara bila ingin mencairkan ASI beku, ada beberapa cara yang bisa bunda pilih tergantung seberapa cepat keperluan menyusui bayi tersebut. Pada saat pencairan, mungkin terjadi perubahan pada warna, bau maupun konsistensi dibandingkan ASI segar.

Oleh karena itu, cukup wajar apabila mendapati ASI tersebut mengendap setelah tersimpan dalam kulkas untuk waktu lama. Berikut cara mencairkan ASI yang penting untuk bunda ketahui:

  • Ambil ASI dari dalam kulkas berdasarkan urutan waktu pemerahan.
  • Cairkan di bawah air hangat mengalir untuk menghilangkan pembekuan.
  • Setelah ASI mencair, tuangkan dalam wadah lalu tempatkan pada mangkuk lain yang berisi air hangat.
  • Goyangkan ASI secara perlahan sampai tingkat kehangatan pas menurut bunda.

Hindari menggunakan oven untuk menghangatkan agar nutrisi penting dalam ASI tidak hilang. Selain itu, air susu ibu yang telah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali. Pastikan untuk menghabiskannya dalam waktu 2 jaam atau buang apabila masih tersisa.

Nah, ASI perah yang dibekukan sebaiknya tidak langsung bunda keluarkan ke dalam suhu ruang, mengingat perubahan temperatur yang cepat dapat mempengaruhi kandungan antibodi dalam ASI tersebut. Metode paling ideal yaitu memindahkannya terlebih dahulu dari freezer ke ruangan pendingin dalam kulkas.

Setelah itu, baru bunda boleh mengeluarkan ASI dari ruangan pendingin untuk selanjutnya melakukan proses pencairan maupun penghangatan. Saat ini, tersedia penghangat air susu ibu elektrik yang lebih praktis dan bisa kamu pakai dimanapun.

Penutup

Sehubungan air susu ibu merupakan zat paling penting yang dibutuhkan oleh bayi selama masa perkembangan. Oleh karena itu, perlu perhatian khusus dari bunda mengenai cara menyimpan ASI di kulkas dengan baik dan benar agar asupan nutrisi tertap terjaga.

Penyimpanan ASI yang benar tersebut dapat membantu ibu menyusui untuk tetap mencukupi kebutuhan bayi, meskipun harus bekerja atau beraktivitas diluar rumah. Disisi lain, konsultasikan terlebih dahulu pada pakar yang kompeten dalam bisang kesehatan.

Demikian pembahasan singkat perihal cara menyimpan ASI di kulkas yang perlu bunda ketahui dengan baik. Semoga bisa bermanfaat sekaligus menjadi referensi akurat bagi mereka yang sedang menyusui bayi.