Antena Parabola Terbaik

3 Cara Memilih Antena Parabola Terbaik Edisi 2020

Sponsor

Antena Parabola Terbaik - Saat ini digitalisasi industri televisi semakin dikenal oleh hampir semua masyarakat di Indonesia. Kebutuhkan akan tontonan berkualitas tentunya sangat dinantikan oleh seluruh anggota keluarga.

Eksistensi televisi masih belum bisa digantikan meskipun aktivitas kita lebih sering memakai smartphone. Perangkat pesawat TV juga kian modern, dengan desain yang tipis dan hemat listrik.

Berbicara tentang antena parabola terbaik mungkin terkesan subjektif karena pandangan setiap orang berbeda - beda. Ada yang membeli sesuai selera, faktor harga, mementingkan kualitas, ingin simpel atau alasan lain yang menjadi latar belakangnya.

Sebenarnya, kita sendiri bisa menentukan jenis antena parabola terbaik apabila telah mengetahui seluk beluk dunia satelit. Minimal mencari referensi dari berbagai sumber terpercaya, agar nantinya kamu dapat mempertimbangkan tipe perangkat yang akan menjadi pilihan.

Tentang Parabola

Tentang Parabola

Apa sih parabola itu? Mungkin masih ada sebagian orang yang belum mengetahui secara detail mengenai perangkat yang satu ini. Sebuah piringan berbentuk bundar yang menghadap ke angkasa.

Parabola adalah antena yang permukaannya melengkung seperti penampang mengarah ke langit. Fungsinya seperti lampu sorot untuk mengirim atau menerima gelombang radio. Dalam perkembangannya, teknologi tersebut di manfaatkan untuk industri televisi digital satelit.

Satelit pada masa kini berkembang semakin pesat menjadi solusi untuk teknologi komunikasi, televisi dan data, karena wilayah Indonesia yang berupa negara kepulauan. Sinyal yang di pancarkan oleh Satelit mampu menjangkau hingga ke pelosok.

Frekuensi sinyal satelit yang paling populer saat ini yaitu spektrum C-Band dan Ku-Band. Dimana, kedua jenis gelombang radio tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing - masing.

Sinyal satelit melalui proses yang cukup panjang hingga akhirnya sampai di rumah - rumah penduduk. Sebelum di pancarkan, sinyal digital akan di kompresi menggunakan sistem MPEG-4 (standarisasi terkini untuk mengkompresi video high definition menjadi file yang berukuran kecil).

Nah, setelah proses pemadatan selesai, maka sinyal tersebut siap untuk di salurkan melalui satelit. Namun, sebagian provider ada yang melakukan enkripsi terhadap sinyal digital yang telah di kompresi. Inilah asal mula channel televisi Free To View (FTV) dan Pay TV lahir.

Gelombang C-Band dan Ku-Band dapat diterima dengan bantuan antena parabola. Frekuensi tersebut sampai ke piringan dish, kemudian di kumpulkan pada titik LNB ( Low Noice Blockdown ).

Selanjutnya, LNB akan meneruskan sinyal ke Decoder untuk dilakukan proses penyusunan kembali file yang terenkripsi. Kemudian mengubahnya menjadi format yang akan dikenali oleh televisi.

Antena Parabola Terbaik

Di pasaran, kita bisa melihat penjualan entana parabola dengan beberapa model yaitu besar dan kecil. Selain itu, dish atau piringan ada yang berbentuk jaring dan solid dimana seluruh permukaan nya dish nya padat.

Apa sih perbedaanya, lalu apa saja kekurangan dan kelebihannya masing masing? Bagaimana cara kita memilih antena parabola terbaik? Yuk kita simak uraian selengkapnya.

1. Spektrum C-Band dan Ku-Band

Frekuensi C-Band dan Ku-Band

Pita Frekuensi C-Band ialah sebuah istilah yang pertama kali ditemukan di dalam sistem komunikasi satelit. Spektrum tipe C ini tergolong kecil dan membutuhkan diameter parabola yang besar agar sinyal dapat di terima dengan baik.

Frekuensi C-Band mempunyai dua kelemahan yaitu ukuran perangkat harus besar sehingga repot dalam hal pemasangan dan juga mengganggu pemandangan. Kedua terjadi banyak gangguan karena hampir semua satelit memakai spektrum ini, di tambah lagi gelombang mikro di daratan yang cukup mengganggu juga.

Spektrum C-Band memiliki ketahanan yang bagus terhadap cuaca, inilah yang menjadi alasan pemerintah masih memakai pita tipe-C walaupun kuota sudah penuh, karena cuaca di Indonesia lebih sering hujan. Namun, masalah kelemahan tidak terlalu berarti, asal pada saat pemasangan pastikan mencari sinyal dengan berpatokan pada transporder terkuat.

Pita Frekuensi Ku-Band ialah spektrum elektromagnetik yang di pakai pada sistem komunikasi satelit khususnya untuk layanan televisi dan sinyal telepon. Tipe-Ku ini memiliki energi yang lebih besar sehingga dengan peralatan berukuran kecil pun maka sinyal sudah dapat diterima.

Selain itu, Ku-Band mampu mencegah campur aduknya dengan gelombang mikro lain di Bumi. Namun, sangat rentan terhadap gangguan cuaca terutama ketika hujan lebat. Tenang saja, sinyal parabola hilang masih dapat kamu atasi sendiri.

Lalu yang menentukan C-Band dan Ku-Band itu apa? Namanya LNB, kamu tinggal memilih LNB dengan tipe C atau Ku, sesuaikan saja dengan kebutuhan.

2. Parabola Mini dan Besar

Tipe Parabola Mini dan Besar

Untuk memilih antena parabola terbaik, kita perlu mengenal Dish atau Piringan. Hal ini, akan membantu kamu dalam memahami dunia satelit bebas biaya bulanan.

Berdasarkan ukurannya, dish parabola terbagi menjadi dua yaitu besar dan kecil (mini). Diameter dish yang kamu beli nantinya menentukan jenis LNB yang cocok. Berikut gambarannya :

  • Dish Besar bisa memakai LNB C-band dan Ku Band.
  • Dish Mini hanya dapat menggunakan LNB Ku-Band.

Berdasarkan tipe nya, antena parabola di bagi menjadi dua yaitu jaring dan solid. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing - masing seperti berikut ini :

  • Dish jaring
    Cocok untuk parabola besar dengan frekuensi C-Band, baik untuk sirkulasi angin dan air hujan.
  • Dish solid
    Dapat digunakan untuk frekuensi C-Band dan Ku-Band dengan penangkapan sinyal yang bagus, untuk ukuran besar terlalu berat dan membebani tiang penyangga parabola.

Harga antena dengan dish besar tentunya lebih mahal dibandingkan parabola mini. Namun, penangkapan sinyal satelit akan semakin membaik seiring bertambahanya ukuran diameter piringan. Gimana, sampai disini apakah kamu sudah mendapat gambaran mengenai antena parabola terbaik?

3. Tentukan Tipe Decoder

Tipe Decoder

Decoder biasa disebut juga Set Top Box (STB) atau Receiver, perangkat ini akan membuka enkripsi dan menterjemahkan sinyal agar dapat di ketahui oleh televisi. Ada banyak sekali merk STB yang beredar di pasaran dengan harga yang bervariasi.

Decoder terbagi menjadi dua tipe yaitu :

  • Rekomendasi
    Merupakan Decoder yang dibuat atau bekerjasama dengan pihak provider satelit. Dapat membuka channel FTA, FTV dan bisa berlangganan Pay TV pada provider yang bersangkutan.
  • Non Rekomendasi
    Merupakan Decoder pihak ketiga yang hanya dapat membuka siaran Free To Air (FTA) saja. Namun, biasanya dibekali dengan fitur yang lebih banyak serta daya tahan perangkat cukup baik. Pada frekuensi C-Band, Receiver non rekomendasi ini sebagian mampu membuka channel acakan yang di enkripsi.

Bicara soal harga, receiver parabola rekomendasi tentunya lebih mahal daripada yang non rekomendasi. Selanjutnya, kembali ke selera dan kebutuhan kamu.

Kesimpulan

Memilih antena parabola terbaik itu tentunya lebih mudah ketika kita sudah mengetahui seluk beluk dunia satelit. Berdasarkan pembahasan diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  • Jika kamu ingin tayangan televisi satelit bebas iuran tetapi aman terhadap gangguan cuaca, maka pilihlah parabola besar tipe jaring atau solid. Untuk jenis solid minimal ukuran 100cm, 6 feet atau yang di atasnya dengan LNB C-Band.
  • Pilih parabola mini ukuran 45, 60, 80 dan 100 cm bila bila kamu ingin perangkat yang simpel dengan harga murah, serta bisa di pasang sendiri.

Khusus antena parabola solid ukuran 100 cm dapat menangkap sinyal C-Band dan Ku-Band. Namun, seringkali di gunakan untuk satelit dengan frekuensi C-Band.

Perbandingan antena parabola mini dan besar :

ParabolaBesarKecil
HargaMahalMurah
Gangguan CuacaBaikBuruk
TampilanJelekSimpel
PemasanganSusahMudah

Demikian pembahasan mengenai 3 cara memilih antena parabola terbaik edisi 2020. Semoga bisa menjadi referensi buat kamu yang akan membeli parabola.