Cara Memilih Receiver Parabola Terbaik

3 Cara Memilih Receiver Parabola Terbaik Edisi 2020

Sponsor

Saat memutuskan beralih dari siaran analog ke digital satelit, pemirsa seringkali bingung memilih receiver parabola terbaik. Banyaknya merk, harga dan perbedaan fitur, ternyata malah membuat kita pusing dalam menentukan Decoder yang cocok.

Pembelian Set Top Box untuk perangkat antena parabola tidak boleh sembarangan. Jangan sampai kamu salah pilih, yang akan berakibat jumlah channel yang diterima tidak sesuai keinginan atau malah tak bisa menangkap siaran sama sekali.

Sudah bukan rahasia umum, bahwa perkembangan televisi satelit bebas iuran sedang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Tengok saja tetangga disekitar rumah kamu, pasti ada yang memasang parabola besar atau parabola mini. Tentunya, tayangan tv satelit ini membutuhkan perangkat tambahan yang bernama Receiver.

Nah, pada pembahasan kali ini, Sabiru akan memberikan panduan praktis untuk kamu dalam memilih receiver parabola terbaik sesuai dengan kebutuhan masing - masing.

3. Ketahui Apa itu Receiver?

Pengertian Receiver

Tahukah kamu, bahwa Reciever Parabola biasa disebut juga Decoder atau Set Top Box. Penyebutan perangkat tersebut memang berbeda - beda di setiap daerah, namun maksud dan tujuan nya sama yaitu alat elektronik untuk menterjemahkan sinyal televisi.

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari berbagai sumber terpercaya, salah satunya dari Wikipedia, receiver adalah sebuah perangkat elektronik yang berguna untuk mengatur dan memeriksa hak akses saluran televisi yang akan diterima, kemudian menghasilkan keluaran berupa gambar, suara dan konten lainnya.

Decoder terdiri dari beberapa macam diantaranya :

  • Decoder Satelit digunakan khusus untuk menerima sinyal jenis Digital Video Broadcat Satelit (DVB-S), generasi terbarunya berupa DVB-S2. Mampu menyalurkan saluran televisi dengan kualitas SD hingga HD.
  • Decoder TV Kabel mengandalkan koneksi internet untuk menayangkan siaran televisinya dan biasa disebut juga IPTV ( Internet Protocol Television ). Contohnya pasang IndiHome biasanya kamu akan menerima layanan internet televisi gratis.
  • Decoder Terestrial mulai populer kembali sejak di luncurkannya televisi digital melalui antena UHF. Decoder jenis ini biasa disebut juga DVB-T2. Tetapi sayangnya sinyal UHF tidak merata dan jumlah channel digitalnya masih sedikit.

Nah, sudah tahu kan apa itu pengertian receiver dan jenis - jenisnya? Pembahsan yang saya tekankan yaitu Decoder Satelit saja. Alasannya cukup simpel yaitu sinyal satlit menjangkau seluruh wilayah indonesia dengan kualitas siaran yang jernih. Jadi, daera terpencil juga bisa menikmati tontonan yang berkualitas.

2. Kenali Tipe Receiver Satelit

Tipe Receiver

Seperti kita ketahui bahwa antena parabola sendiri ada yang berukuran besar dan mini. Coba kamu lihat di rumah - rumah sekitar tempat tinggal, parabola besar juga berbeda - beda. Piringan dish bisa berupa jaring atau solid tanpa bolongan di sekitarnya.

Nah, pemilihan jenis parabola juga akan sejalan dengan tipe receiver yang harus digunakan. Decoder yang beredar di pasaran terbagi menjadi tiga jenis :

  • Decoder C-Band yaitu receiver parabola yang hanya mendukung frekuensi C Band saja.
  • Decoder Ku Band merupakan receiver parabola yang hanya bisa di pakai di frekuensi Ku Band saja.
  • Decoder Hybrid lebih banyak di produksi saat ini, dimana receiver jenis ini mampu digunakan pada semua frekuensi baik C-Band maupun Ku Band.

Perlu kamu ketahui bahwa parabola besar cenderung di sandingkan dengan LNB C-Band, sedangkan antena parabola mini lebih banyak menggunakan LNB Ku Band. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing.

Sebagian penyedia layanan televisi satelit menyalurkan siarannya secara gratis dan sisanya di enkripsi sedemikian rupa. Hal ini mengakibatkan receiver parabola terdiri dari dua tipe diantaranya:

  • Receiver Non Rekomendasi merupakan decoder pihak ketika yang tidak terikat dengan penyedia layanan televisi manapun. Biasanya di bekali fitur yang lebih lebih baik dan tingkat keawetan perangkat yang lebih tahan lama. Namun, tergantung pemakaian kamu juga yah. Cocok untuk jalur C-Band agar bisa membuka acakan televisi.
  • Receiver Rekomendasi adalah decoder yang dibuat khusus oleh provider tertentu sehingga pengguna bisa membuka saluran enkripsi dari penyedia layananan.

Nah, memilih receiver parabola terbaik dilakukan dengan menentukan jenisnya terlebih dahulu antara C-Band atau Ku Band. Kemudian tentukan tipe nya antara receiver rekomendasi atau non rekomendasi.

1. Perhatikan Harga Receiver Parabola

Harga Receiver

Harga receiver parabola itu berbeda - beda tergantung dari merk dan fitur yang diberikan oleh produsen. Bicara mengenai harga, tentunya lebih sensitif dibadingkan hal lainnya. Mahal atau tidaknya decoder tergantung dengan budget yang dimiliki oleh masing - masing pembeli.

Untuk memilih receiver parabola terbaik tentunya kamu harus pintar dalam mengenali harga yang diberikan oleh produsen, dengan manfaat yang akan kita terima nantinya. Jangan sampai asal beli saja tanpa tahu resikonya.

Jika, kamu lebih menginginkan channel lengkap sebaiknya membeli Decoder rekomendasi saja. Harga receiver jenis ini memang sedikit lebih mahal, dengan fitur seadanya. Namun, sebagai pengguna yang tidak mau ribet sangat cocok sekali.

Berikut beberapa receiver rekomendasi yang bisa kamu pilih :

  • Receiver Nex Parabola dus merah dan kuning Rp. 275.000,-
  • Receiver K-Vision Bromo C-Band Rp. 290.000,-
  • Receiver K-Vision Cartenz Ku Band Rp. 290.000,-
  • Receiver Gardiner G-88 HD Ottimo Rp. 290.000,-
  • Receiver Optus OP 66HD Rp. 290.000,- (K Vision)
  • Receiver LGsat LG-101 Stars Rp. 290.000,- (K Vision)
  • Receiver Nusantara HD Rp. 290.000,-
  • Receiver Tanaka OrionSky Rp. 150.000,- (Ninmedia)
  • Receiver Boston Cerry HD Rp. 120.000,- (Ninmedia)
  • Receiver Goldsat Revo Rp. 225.000,- (Ninmedia)
  • Receiver Intra Jupiter Rp. 265.000,- (Ninmedia)
  • Receiver Venus Yaris RP. 219.000,- (Ninmedia)

Harga decoder rekomendasi cukup bervariasi bukan? Dimana, provider ninmedia memiliki banyak sekali STB Rekom yang beredar di pasaran. Saya tidak menyebutkannya satu - persatu.

Berikut beberapa receiver non rekomendasi yang populer :

  • Skybox A1 New Rp. 160.000,-
  • Skybox A1 Plus H265 Rp. 270.000,-
  • Matrix Burger S2 Rp. 165.000,-

Untuk decoder non rekomendasi cenderung memiliki harga yang lebih murah. Selain itu dibekali fitur unggulan yang lebih baik, kebanyakan di pakai untuk tracking dan membuka siaran yang di acak pada jalur C-Band. Sedangkan receiver non rekomendasi di jalur Ku-Band hanya bisa menangkap siaran Free To Air saja.

Untuk siaran yang lebih banyak, pengguna seringkali menggabungkan 4 satelit di dalam satu dish memakai Decoder Non Rekomendasi. Namun, tetap saja tidak dapat membuka channel Free To View. Gimana, sudah ada gambaran atau belum mengenai cara memilih receiver parabola terbaik?

Kesimpulan

Persaingan industri televisi satelit cukup kompetitif, dimana beberapa provider berlomba - lomba menawarkan layanan terbaik mereka. Siaran televisi digital satelit dapat kita nikmati dengan cara memasang antena parabola.

Pemasangan parabola tentunya sejalan dengan pemilihan decoder yang mendukungnya, kita bisa memilih receiver parabola terbaik sesuai dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki oleh kamu di rumah.

Berikut kesimpulan cara memilih receiver parabola :

  • Ketahui terlebih dahulu mengenai pengertian dari receiver.
  • Perhatikan jenis - jenis receiver, sehingga kamu dapat menentukan tipe decoder seperti apa yang nantinya akan dibeli.
  • Perhatikan harga dan merk nya agar kamu memperoleh channel yang di inginkan.

Demikian pembahasan mengenai cara memilih receiver parabola terbaik edisi 2020, semoga bisa menjadi referensi dan bermanfaat untuk semua sahabat Sabiru.