TV Satelit Gratis

Nonton TV Satelit Gratis Bebas Biaya Bulanan 2020

Sponsor

Saat ini, tayangan TV Satelit gratis bukan lagi sebuah impian, melainkan suatu kenyataan yang telah populer melalui antena parabola mini dan besar. Sebenarnya, biaya sewa transporder untuk penyiaran sangat mahal, namun masih ada provider yang menggratiskan layanan mereka.

Sejak dulu, masyarakat Indonesia sering memburu siaran Free To Air untuk channel lokal maupun luar negeri. Jarang sekali ada yang mau berlangganan, mungkin karena biaya paket relatif mahal. Biasanya hanya perusahaan atau keluarga kelas atas yang memasang pay tv.

Gratis disini maksudnya hanya untuk sifat saluran televisi, sedangkan perangkat penerima frekuensi satelit tentu membutuhkan modal. Contoh simpelnya sama seperti kamu menonton siaran Analog UHF, dimana peralatan antena nya pasti dibeli secara terpisah.

Nah, pada tahun 2020 ini masih ada peluang untuk menonton acara kesukaan secara gratis via satelit, dari beberapa provider terkemuka. Selain kualitas gambar dan suara yang jernih, jumlah channel nya pun tergolong lengkap dengan STB Rekomendasi.

Tipe Siaran Gratis

Tipe Siaran Gratis

TV satelit gratis memang menjadi pilihan paling tepat untuk kondisi geografis di Indonesia. Sinyal kuat yang di pancarkan satelit mampu menjangkau seluruh wilayah di tanah air. Bukan hal yang aneh lagi ketika di rumah - rumah penduduk terpasang antena parabola jaring yang besar.

Perangkat tersebut memang sengaja dibeli oleh pengguna untuk mencari channel lokal dan mancanegara. Parabola besar biasanya memakai frekuensi C-Band yang lebih tahan terhadap gangguan cuaca. Bukan hanya itu, daya tangkap sinyal bisa sampai ke satelit negara tetangga.

Siaran yang terenkripsi pada kanal C-Band lebih mudah untuk dibuka jika memakai acakan Biss key dan PowerVU. Hal inilah yang membuat parabola berukuran besar tetap diminati. Sedangkan siaran Scramble Ku-Band lebih sulit untuk ditangani, hanya bisa kita tonton lewat Decoder Rekomendasi.

Nah, siaran satelit gratis terbagi menjadi dua tipe yaitu Free To Air dan Free To View. Kira - kira apa saja perbedaanya, yuk kita simak penjelasan berikut ini.

Free To Air

Free To Air (FTA) merupakan siaran yang berasal dari stasiun televisi dimana salurannya tidak terenkripsi, sehingga semua orang dapat menonton dengan perangkat merk apapun, serta tidak perlu berlangganan seperti tv berbayar. Provider akan menerima pendapatan dari kerjasama dengan pihak ketiga, itulah alasannya kenapa televisi nasional selalu diselingi iklan berbagai produk.

Nah, tipe siaran Free To Air ini hadir pada kanal UHF analog dan digital serta spektrum tayangan via satelit. Kita masih bersyukur banyak stasiun televisi bersifat FTA, meskipun ada sebagian provider enggan mengudara di jalur gratis ini.

Free To View

Free To View (FTV) merupakan tayangan transmisi audio dan video dari stasiun televisi yang bersifat gratis, tetapi terenkripsi secara terus - menerus. Pengguna tidak dikenakan biaya berlangganan, namun siaran enkripsi tersebut hanya bisa kamu tonton lewat Decoder rekomendasi dari pihak provider.

Bisnis industri pertelevisian dengan model begini tengah populer di mulai tahun 2019 kemarin. Sistem FTV sedikit menyulitkan bagi masyarakat kecil karena mereka harus membeli STB terbaru sesuai yang di rekomendasikan oleh penyedia layanan.

TV Satelit Gratis

Layanan TV Satelit Gratis

Jalur frekuensi C-Band dan Ku-Band di tempati oleh beberapa satelit terkemuka yang jangkauan sinyalnya hadir di wilayah indonesia. Lalu provider apa saja yang menyediakan layanan siaran tv satelit secara gratis?

  • Free To Air bisa kamu tracking pada satelit Palapa D, Telkom 4, Thaikom 4, Measat 3a dan Chinasat 11.
  • Free To View tersebar di berbagai satelit dengan provider ternama seperti Nex Parabola, SMV Freesat, K Vision, Matrix Garuda, Ninmedia dan Nusantara HD.

Perlu kamu ketahui bahwa channel MNC Grup dan EMTEK Grup telah menarik diri dari siaran yang bersifat FTA menjadi FTV. Selain itu, kamu tidak akan bisa menonton pertandingan sepak bola lewat tv satelit, karena adanya pembatasan hak siar.

Berikut daftar peralatan yang dibutuhkan untuk menonton tv satelit gratis :

  • Dish parabola mini atau besar bersama satu buah LNB nya.
  • Decoder merk apa saja atau rekomendasi dari salah satu provider pilihan kamu.
  • Perangkat televisi tabung, TV LED atau Smart TV.

Pemasangan parabola mini paling mudah, dimana pengguna bisa memasang nya sendiri tanpa bantuan teknisi sekalipun. Saya membeli dish dengan diameter hanya 45 cm saja.

Berikut informasi dari provider penyedia tv satelit gratis secara FTV:

  • SMV Freesat menawarkan jumlah channel gratis yang cukup banyak kecual MNC Grup. Memakai Decoder Raja Ampat dengan harga yang cukup komptetitif, tetapi tidak ada opsi menambah satelit lain.
  • Matrix Garuda sudah dikenal sejak lama yang memberikan layanan tv satelit gratis secara FTV. Tanpa channel MNC Grup, namun pengguna bisa beli paket berlangganan untuk channel lain sesuai selera. Decoder bisa tambah satelit lain.
  • K-Vision menjadi pilihan paling menarik karena memberi sejumlah channel FTA dan FTV bagi seluruh pengguna parabola. Kamu bisa memakai deocder rekomendasi jika menginginkan channel lengkap.
  • Nex Parabola merupakan provider yang penulis pilih karena menawarkan channel lengkap serta bisa di andalkan.
  • Nusantara HD merupakan pendatang baru yang ikut meramaikan industri siaran tv satelit gratis dengan channel lengkap.
  • Ninmedia menjadi alternatif lain yang memberikan siaran FTA dan FTV, serta channel cukup lengkap kecuali MNC Grup.

Tanya Jawab

FAQ - TV Satelit Gratis
  • Apakah siaran tv satelit di parabola mini itu gratis?

    Menonton acara televisi lewat antena parabola mini memang gratis. Kamu tinggal membeli perangkat tersebut beserta decoder pihak ketiga atau rekomendasi provider jika ingin channel yang diterima lebih lengkap.

  • Apa alasan memilih siaran tv satelit?

    Penulis sudah bosan dengan siaran televisi yang buruk lewat kanal analog. Mau pindah ke TV Digital juga belum ada sinyal di tempat saya. Jadi, pilihan satu -satunya yaitu menonton acara televisi lewat satelit.

Kesimpulan

Menonton TV satelit tanpa biaya bulanan masih menjadi pilihan menarik bagi keluarga di rumah. Perangkat antena parabola relatif terjangkau, terutama untuk tipe parabola mini. Estimasi modal yang perlu disiapkan sekitar Rp. 300.000,- sampai dengan Rp. 600.000,-

Sabiru telah memasang parabola mini dengan harga terjangkau, pemasangan juga dilakukan sendiri. Dish 24 cm di hargai sekitar Rp. 125.000,- satu set bersama baut dan kabel antena sepanjang 20 meter. Receiver yang saya beli merk Nex Parabola seharga RP. 275.000,- lalu pasang sendiri.

Hasilnya cukup memuaskan, bisa menonton 60 channel gratis dengan kategori kartun, dunia hewan, sinetron, berita, olah raga, film dan musik. Kami sekeluarga bisa terhibur dengan tayangan yang jernih lewat jalur satelit.

Bagaimana dengan kamu, apakah masih memakai antena UHF analog? Jika ia, segera migrasi ke siaran televisi digital yang lebih menarik.

Demikian pembasan mengenai cara nonton tv satelit gratis bebas biaya bulanan edisi 2020. Semoga bisa menjadi referensi dan bermanfaat untuk kamu yang ingin menikmati serunya siaran satelit.