Siaran TV Digital

Nonton Siaran TV Digital Dengan Antena Biasa 2020

Sponsor

Pemerintah telah menganjurkan kepada masyarakat agar beralih ke siaran tv digital pada beberapa tahun yang lalu. Walaupun sosialisasi ini gencar dilakukan, namun masih banyak yang belum mengetahui cara migrasi dari analog ke digital dengan memakai antena biasa.

Kuota frekuensi analog pada saat ini sudah penuh, belum lagi beberapa kelemahan yang sering kita temui seperti kualitas gambar buruk, suara tidak jernih dan jangkauan sinyal yang terbatas. Teknologi tersebut sudah terlampau kuno sehingga lahirlah siaran televisi digital.

Beberapa stasiun televisi nasional mulai melirik potensi pada spektrum digital, dimana satu per satu provider sudah menempati kanal nya masing - masing. Jumlah channel digital terestrial semakin banyak, sehingga aktivitas hiburan bagi keluarga di rumah lebih menyenangkan.

Pada pembahasan kali ini, Sabiru akan memberikan informasi mengenai bagaimana cara memanfaatkan antena UHF biasa untuk menangkap siaran tv digital. Tentunya cukup mudah dengan biaya murah.

Tentang TV Digital

Tentang TV Digital

Televisi Terrestrial Digital merupakan penerapan teknologi digital terkini untuk menyediakan lebih banyak saluran tv, dengan kualitas gambar maupun suara yang jauh lebih baik. Sejumlah Negara di dunia termasuk Indonesia telah melakukan migrasi besar - besaran dari analog ke digital.

Siaran TV Digital ini berisi sejumlah channel yang beroperasi secara Free To Air, sehingga kita tidak dikenakan biaya atau bayaran untuk menonton acara tersebut. Apalagi perpindahan nya cukup mudah dengan memakai antena biasa.

Keunggulan frekuensi digital dibandingkan dengan analog :

  • Kualitas gambar maupun suara jernih, bersih dan stabil dengan resolusi yang lebih tajam ketimbang analog. Rata - rata provider menyediakan tayangan Standar Definition (SD) hingga High Definition (HD), dibekali audio berupa Surround Sound (Dolby Digital TM).
  • Memiliki daya tahan yang baik terhadap gangguan interferensi (interaksi antar gelombang dalam satu wilayah, dapat bersifat membangun atau merusak).
  • Mudah dilakukan proses perbaikan terhadap sinyal yang rusak akibat proses pengiriman atau transmisi.
  • Spektrum digital lebih efisien sehingga mampu menampung lebih banyak channel televisi.
  • Tontonan bersifat gratis tanpa biaya bulanan sehingga menghemat pengeluaran kita.
  • Pengaplikasian nya praktis dan sederhana, hanya perlu mengganti Booster (penguat sinyal) UHF dengan STB DVB-T2 saja.
  • Beberapa Set Top Box bersifat multifungsi yang mampu merekam acara televisi atau sebagai multimedia player (pemutar foto, movie dan lagu).

Salah satu kekurangan dalam penerapan siaran tv digital yaitu luas wilayah Indonesia yang besar, dimana cakupan sinyal masih belum merata ke seluruh negeri. Dibutuhkan infrastruktur dan sarana yang memadai agar frekuensi tv digital tersebut dapat sampai di daerah terpencil.

Peralatan TV Digital

Peralatan TV Digital

Sinyal digital DVB-T2 di pancarkan secara terestrial seperti siaran analog yang sekarang dan dapat diterima dengan antena biasa. Jadi, biaya migrasi lebih murah karena masyarakat cukup memakai perangkat lama.

Berikut peralatan yang dibutuhkan untuk mendapat siaran tv digital :

  • Antena UHF Outdoor, bisa pakai yang lama atau beli baru, bebas sesuai selera.
  • Kabel antena UHF, pasang antena pasti disertai dengan kabelnya.
  • Set Top Box DVB-T2 merk apa saja yang penting seri nya sudah T2.
  • Televisi jadul, TV LED atau Smart TV dengan merk apapun.
  • Listrik pastinya harus menyala karena tanpa itu semua elektronik tidak berfungsi.
  • Dua orang personil, satu di dalam untuk scan siaran dan sisanya diluar memutar antena.

Harga STB DVB-T2 relatif terjangkau sekitar Rp. 150.000,- sampai dengan Rp. 300.000,- yang bisa kamu beli di toko terdekat atau secara online. Perlu kamu ketahui bahwa TV LED keluaran terbaru pada umumnya telah terpasang Tuner DVB-T2, sehingga kamu hanya tinggal pakai tanpa harus beli lagi.

Untuk memastikan apakah televisi telah built-in DVB-T2 dapat dilihat pada spesifikasi. Kalau mau lebih simpel tinggal tanyakan ke penjualnya saja. Mudah bukan! Bagaimana jika kamu hanya punya TV Tabung atau TV LED tanpa tuner?

Beli STB DVB-T2 dengan konektor RCA untuk televisi tipe tabung dan pilih konektor HDMI untuk TV LED masa kini. Beberapa merk terkenal yang bisa menjadi pilihan seperti Skybox, Evinix, Rinrei, Pantesat, Xtreamer BEIN dan lain - lain.

Mencari Siaran TV Digital

Mencari Siaran TV DIgital

Setelah semua peralatan yang dibutuhkan lengkap, selanjutnya kamu perlu melakukan proses pencarian sinyal digital. Pada prinsipnya tidak ada perbedaan siginifikan antara tracking siaran analog dan digital.

Jika kamu bisa mencari tontonan televisi dengan frekuensi analog pada antena UHF, maka sudah bisa dipastikan proses tracking siaran tv digital juga sama.Yuk simak penjelasan detailnya!

Pasang Antena UHF

Antena UHF berfungsi untuk menangkap frekuensi digital yang nantinya akan disalurkan melalui kabel ke Set Top Box atau Tuner DVB-T2. Kuat atau lemahnya penangkapan sinyal tergantung lokasi pengguna, kualitas kabel dan kepekaan Tuner pada STB.

Pertama pasang antena UHF di luar, sebaiknya tidak menggunakan tipe Indoor. Arahkan antena tersebut ke posisi yang tepat, sebagai acuan awal samakan saja dengan arah siaran analog. Sambungkan kabel UHF ke port yang ada di STB DVB-T2.

Pasang STB DVB-T2

Digital Video Broadcasting - Generasi Kedua (DVB-T2) berfungsi untuk memproses dan menterjemahkan sinyal digital yang diterima menjadi gambar dan suara yang dapat dikenali oleh televisi. Perangkat ini mampu menampilkan kualitas tayangan yang lebih tajam.

Pada posisi ini, masukan kabel antena UHF ke port STB kemudian hubungkan Set Top Box tersebut ke televisi melalui kabel RCA atau HDMI. Pastikan semuanya telah terpasang dengan benar agar memudahkan proses pencarian sinyal.

Proses Scanning Siaran

Langkah pertama, nyalakan televisi kamu kemudian rubah input ke mode AV memakai remote TV. Lalu hidupkan Set Top Box DVB-T2, tunggu hingga tampilan menu STB muncul di layar.

Pada DVB-T2 masuk ke instalasi, pencarian channel, lalu scan sampai selesai. Tampilan menu pada STB dan televisi berbeda - beda tetapi sangat mudah dimengerti. Jadi saya tidak akan membahas letak dari menu tersebut.

Saat proses sanning selesai, nanti akan tampil beberapa channel tv nasional. Jumlah siaran yang diterima berbeda - beda tiap daerah (di jakarta sekitar 30 channel), kamu tinggal melakukan langkah terakhir yaitu memutar antena. Saatnya untuk meningkatkan kualitas sinyal yang diterima, usahakan memperoleh sinyal terkuat.

Kesimpulan

Ternyata, nonton siaran tv digital dengan antena biasa sangat mudah, dimana kita hanya perlu satu alat tambahan yang bernama DVB-T2. Proses pencarian sinyal digital juga tidak jauh berbeda dengan analog.

Implementasi tayangan digital di Indonesia masih dalam tahap pengembangan infrastruktur dan sarananya, sehingga tidak semua daerah tercover. Selain itu, belum semua channel Nasional hadir pada kanal digital, meskipun jumlah siarannya lebih banyak di spektrum ini.

Berikut contoh beberapa channel yang sudah mengudara di jalur digital :

Solusi tidak meratanya jangkauan sinyal digital terestrial adalah lewat TV Satelit bebas iuran. Pengguna mulai dari Sabang sampai Merauke dapat menangkap frekuensi satelit dengan mudah. Saat ini Antena Parabola Mini tanpa biaya bulanan sedang populer, dengan harga perangkat yang relatif murah.

Demikian pembahasan mengenai Nonton Siaran TV Digital dengan Antena Biasa. Semoga bisa menjadi referensi dan bermanfaat bagi kamu yang hendak migrasi ke tayangan yang lebih jernih.